Aku suka sekali saat aku bermimpi tentang ikan dan sangat takut saat bermimpi tentang ular. Kata orang tua, mimpi tentang ikan berarti baik dan berhubungan dengan rezeki, sedangkan bermimpi tentang ular bisa juga di artikan akan pertanda jodoh atau bencana. Aku memang bukan pecinta semua binatang, hanya binatang tertentu, seperti kelinci, marmut, anak ayam, anak kucing, burung, ikan, tapi tidak pada reptil. Percayalah, aku punya traumatis tersendiri dengan para reptil, bahkan aku sangat takut saat bertemu ular dalam mimpiku. Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan. Aku ingin bercerita tentang seekor kupu-kupu cantik yang kuanggap sebagai pembawa keberuntungan :) .
Sumber foto: http://baltyra.com/2012/01/04/kupu-kupu-kuning-a-long-road-for-love/
Setiap hari aku membersihkan kios seperti biasa, membukanya di pagi hari saat toko pakaian lain belum buka, menyapu, mengepel dan menyiram halaman kios agar terlihat lebih sejuk. Setelah aku membuka kios, ada seekor kupu-kupu berwarna kuning yang datang mengunjungiku. Ia berputar-putar di langit-langit kios, mungkin sekedar menyapaku, ia kemudian terbang kembali keluar. Sejak saat itu aku menambah daftar binatang yang aku sukai, kupu-kupu >.< .
Dalam hati aku berpikir, "Apa ini masih musim kemarau? hampir setiap hari di sini hujan, dan kupu-kupu itu hadir di musim hujan, bukankah hujan sangat membahayakan jiwanya? ah kupu-kupu yang hebat!"
Aku tak menyangka, hampir setiap hari kupu-kupu itu berkunjung setelah aku membuka kios, dan uniknya setelah itu akan datang seorang atau beberapa customer yang membeli baju di Kinelia Shop.
"Ah, mungkin kupu-kupu itu pembawa keberuntungan," aku tersenyum menyaksikannya terbang berkeliling.
Tak semua orang percaya akan cerita tentang kupu-kupu itu, sampai suatu hari Ida -temanku yang suka nginep di kios- ia menyaksikan sendiri kedatangan kupu-kupu itu. Hari berikutnya aku menerima kunjungan dari seorang teman dari Jogja bernama Anggita, ia menunjuk kupu-kupu itu lalu berkata, "Apa itu kupu-kupu yang kau ceritakan di twitter kemarin?"
Aku tersenyum, lalu mengangguk, ikut menyaksikan kupu-kupu itu berkeliling lalu pergi. Anggita bilang kalau kupu-kupu pertanda baik, akan datang tamu. Memang benar, hari itu kakak dan ponakanku datang berkunjung bersama temannya, dan temannya itu menyewa buku di sini. Sebelum mereka pulang, Naaila -nama ponakanku- ia mencoba-coba baju muslim anak yang cute berbentuk hanbuk korea. Naaila berpose sangat imut saat kufoto. Kami lalu menelpon Ibu untuk membujuknya membelikan baju itu untuk Naaila, "Naaila mau dua mbah..." begitu katanya dengan bahasa bayi umur 1 tahunan yang lucu. Ibuku terkekeh mendengarnya.
Seharusnya hari itu aku menyimpankan baju itu untuk Naaila dan mengambilnya dari gantungan baju. Tapi aku tak melakukannya, dan itu menjadi penyesalanku esok harinya.
Hari itu, aku sangat ingat, tanggal 27 Juni 2014. Pagi itu aku dan Anggita pergi makan bersama dan membuka kios seperti biasa. Tapi ada yang mengganjal di hatiku, "Nggit, kok kupu-kupunya hari ini nggak datang ya? apa ia sudah mati? apa kita terlalu siang membuka kios?"
Anggita mengangkat bahu tanda tak mengerti, "Mungkin memang kita yang kesiangan." Perkataannya cukup menghiburku, tapi aku berpikir, mungkin keberuntunganku sudah hilang. Harusnya itu tak menjadi sugesti, tapi aku tak bisa berhenti memikirkannya.
Sebelum Anggita pulang ke Jogja, ada 4 orang berkunjung ke kiosku, mungkin kupu-kupu itu tak ada hubungannya dengan keberuntungan, buktinya ada 4 orang yang sedang memilih-milih baju di sini. Dua di antaranya berbadan sangat besar/gemuk. Tapi aku agak sedikit khawatir, 2 orang diantaranya pernah berkunjung ke sini, dan sikap mereka agak aneh, berbeda dengan customer lain yang datang. Tiga orang mengajakku mengobrol tanpa henti di depan mejaku. Mereka bertanya ini itu tanpa memberikan kesempatan kepadaku untuk memeriksa 1 teman mereka yang memilih-milih baju. Aku mulai waspada, mereka sangat aneh, bahkan salah satunya sempat meminta buah jeruk yang ada di atas mejaku. Anehnya lagi salah satu dari mereka terlihat kaget saat ia melihat ada Anggita di kamar pas.
Agaknya Anggita menyadari keanehan itu, ia memasukkan barang-barang berharganya, begitu pula denganku. Para wanita itu terus menanyakan hal-hal tidak penting untuk ditanyakan. Setelah beberapa lama mereka pamit pergi tanpa membeli, dan aku memandang kepergian mereka dengan tanda tanya besar. Kenapa mereka sangat aneh? salah satu yang berbadan paling besar bahkan sempat memandang ke arahku sebelum pergi. lalu kenapa bapak-bapak di seberang sana memandang ke arah kiosku terus, apakah mereka melihat sesuatu yang aneh?
"Mereka siapa? Kok aneh? gelagatnya kayak kriminal." Anggita akhirnya mengajukan pertanyaan yang sama dengan apa yang kupikirkan. Aku menceritakan tentang feelingku beberapa hari lalu saat dua diantara orang tadi berkunjung dengan gelagat aneh, aku sedikit teringat akan dua buah baju yang hilang beberapa hari lalu.
Tampaknya Anggita setuju dengan jawabanku. Ia berpesan agar aku berhati-hati pada mereka. Ia kemudian pamit untuk pulang ke Jogja, meninggalkanku yang masih agak takut. Lalu adikku datang menemani. Sore harinya kakakku mengabari bahwa Ibu jadi membelikan baju kemarin untuk Naaila, tapi sayangnya saat aku akan mengambil baju itu dari gantungan, baju itu sudah Hilang!
Damn! ternyata orang-orang tadi maling! lemas aku terduduk, aku kehilangan 5 baju hari itu. Aku ingin sekali menangis, begitu juga kakakku. Ia tak berhenti bersumpah serapah karena begitu marah pada maling itu. Aku sangat menyesal karena kecerobohanku. Aku sangat menyesal karena baju yang mereka ambil adalah baju yang akan dibeli untuk Naaila. Aku beristighfar dalam isak yang nyaris tak terdengar...
Tak henti dukungan dan doa datang untuk menghiburku, untuk mengikhlaskan apa yang telah terjadi. Satu hal yang tak terpikir olehku, Mengapa mereka begitu jahat? dengan mudahnya mengambil jerih payahku, setelah aku memperlakukan mereka dengan baik?. Mungkin memang benar kupu-kupu itu membawa keberuntungan, dan hari ini ia tak datang sebagai pertanda. Atau kupu-kupu itu memang sudah mati.
Hari berikutnya kupu-kupu itu datang lagi, begitu seterusnya, bahkan adikku juga melihatnya terbang berkeliling di dalam kios. Semoga ini menjadi pertanda baik, walau kupu-kupu itu hanya sugesti, tapi tetaplah hanya Tuhan yang Maha Kaya lagi Maha memberi rezeki :) .
By: Elia #KineliaShop
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolong Komentar Yang sopan dan sesuai Tema ya... No porno, no sara, Thankyou ^_^